Jennifer Dunn Jawab Tuduhan Tagih Sabu dari FS
Friday, 20 April 2018
Jennifer Dunn Jawab Tuduhan Tagih Sabu dari FS

JAKARTA - Jennifer Dunn menjawab tuduhan menagih sisa sabu yang dia pesan dari Ferly Faisal alias FS. Saat menjadi saksi untuk Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang FS, dia mengaku hanya menyindir Ferly karena barang yang didapat tidak sesuai pesanan.

"Sampai rumah dibuka kan enggak sesuai. Terus aku sindir, setengah saja nih? Terus dia bilang, enggak setengah, nanti kalau ada aku kirim lagi," ungkap Jennifer Dunn dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (19/4/2018).

Jennifer Dunn

Lebih lanjut Jennifer Dunn menjelaskan, dia semula tidak mengetahui jika sabu pesanannya baru diberikan setengah dari kesepakatan awal. Dirinya mengaku baru menyadari kekurangan barang tersebut setibanya di rumah. Oleh karenanya, Jennifer langsung menanyakan hal itu pada Ferly.

"Yang saya dapat kurang dari setengah. Pas sampai rumah saya buka. Dari ukurannya ketahuan, sedikit," terang dia.

Diakui pula oleh Jennifer Dunn, dirinya tidak langsung mengecek sabu yang ia pesan dari Ferly Faisal. Sebab sabu pesanannya dikemas dengan bungkus rokok.

"Ditaruh di kotak bekas rokok. Aku di dalam mobil, Firly nyamperin dan aku buka jendela kaca mobil. Dia cuma nyerahin, nih, gitu," papar Jennifer Dunn saat menggambarkan proses transaksi.

Namun Jennifer Dunn menegaskan dirinya tidak pernah meminta kekurangan barang dari Ferly Faisal. Lewat keterangan yang dia sampaikan, justru Ferly sendiri yang berjanji akan melengkapi kekurangan itu.

Jennifer Dunn

Jennifer Dunn terseret perkara narkoba usai ditangkap di kediamannya di kawasan Bangka, Jakarta Selatan pada 31 Desember 2017. Penangkapan Jennifer merupakan pengembangan dari keberhasilan polisi meringkus FS, seorang pengedar narkotika jenis sabu.



Dari hasil pemeriksaan, Jennifer Dunn dianggap terbukti membeli sabu seberat 0,221 gram lengkap dengan alat hisapnya. Dia didakwa melanggar Pasal 114 ayat (1), Pasal 112 ayat (1) juncto Pasal 132 ayat (1), serta Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

(okezone/edi)