The Legend Of Sriwijaya Empire
Monday, 16 April 2018
The Legend Of Sriwijaya Empire

Menelusuri Kekayaan Sejarah Jalur Rempah Kerajaan Sriwijaya

Perjalanan baru kembali dimulai. Setelah sukses mengajak para pengunjung menjelajah luar angkasa, tahun ini Summarecon Mal Bekasi menghadirkan wahana baru menelusuri sejarah Kerajaan Sriwijaya. Wahana bertajuk “The Legend of Sriwijaya Empire” yang dibuka pada tanggal 12 April 2018 ini berlokasi di lantai 1, Summarecon Mal Bekasi. Pengunjung akan diajak masuk ke dalam 11 area yang berbeda untuk mengetahui sejarah jalur rempah Kerajaan Sriwijaya. Buka setiap hari mulai pukul 11.00 - 22.00 WIB, pengunjung dapat menikmati perjalanan sejarah selama +/- 30 menit hanya dengan membeli tiket seharga Rp 35.000.

 

Ugi Cahyono selaku Center Director Summarecon Mal Bekasi mengatakan “Di tahun 2018 ini, Summarecon Mal Bekasi kembali menghadirkan wahana edukasi bagi keluarga yang akan mengajak pengunjung mengetahui sejarah perkembangan jalur rempah di Kerajaan Sriwijaya yang dikenal sebagai pusat perdagangan terbesar pada abad ke 7. Bagi para pelajar maupun orangtua beserta anaknya, wahana ini dapat membantu untuk mempelajari sejarah lebih menarik dengan adanya perpaduan teknologi di berbagai area.Sistem OR code menjadi nilai tambah pada wahana kali ini yang dapat membantu dan memudahkan para pengunjung menemukan makna sejarah dari setiap artefak yang ada.”

 

Sebagai salah satu kerajaan yang besar di Indonesia, Kerajaan Sriwijaya pun mampu menjadi gerbang pengenalan nusantara ke dunia lewat perdagangan yang berkembang pesat khususnya melalui jalur laut. Oleh karenanya, dalam wahana ini, pengunjung akan diajak merasakan suasana perdagangan rempah di Kerajaan Sriwijaya melalui keunikan 11 area yang tersedia.

 

Replika kapal Kerajaan Sriwijaya akan menyambut para pengunjung yang seolah turut menjadi bagian dari penjelajahan jalur laut perdagangan rempah. Memasuki area pertama yaitu I-Tsing yang akan mengenalkan kisah seorang biksu yang melakukan perjalanan dan menuliskannya menjadi sebuah catatan. Hingga saat ini I-Tsing dikenal sebagai orang pertama yang membuat catatan tentang kerajaan Sriwijaya. Lalu dalam area kedua yaitu Area Pelabuhan, pengunjung akan diajak melihat video yang berisi sejarah jalur rempah Kedatuan Sriwijaya dalam nuansa pelabuhan kapal. Ulasan video tidak hanya bercerita mengenai kekuatan Kerajaan Sriwijaya hingga menjadi kerajaan maritim yang kuat dan kaya raya dengan hasil komoditas rempah-rempahnya, tetapi juga menceritakan penyebab runtuhnya Kerajaan Sriwijaya. Video ini menjadi sebuah pelajaran sejarah yang menarik untuk disimak oleh para pengunjung. Setelah mengetahui sejarahnya, di area ketiga yaitu Area Perahu pengunjung akan diajak untuk menikmati pengalaman suasana pasar rempah melalui replika perahu yang dibuat menyerupai perahu yang digunakan di zaman kerajaan Sriwijaya.

 

Selain mengenal jalur perdagangan, Kerajaan Sriwijaya pun memiliki beragam peninggalan prasasti dan candi yang dapat dilihat di area Prasasti. Di dalamnya terdapat sebuah replika candi Muaro Jambi yang dikenal sebagai kawasan Candi terluas di Indonesia. Selain peninggalan, Kekuatan perdagangan jalur laut tentu memerlukan sarana kapal yang memadai. Pengunjung akan dapat melihat display kapal-kapal yang digunakan oleh kerajaan Swirijaya dalam perdagangan rempah di area Teknologi Perkapalan. Keseruan perjalanan akan bertambah di dalam area Hunian Laut. Di area ini terdapat display rumah masyarakat pada masa itu. Dalam area tersebut juga tersedia area trick art untuk berfoto yang membuat perjalanan semakin menyenangkan.

 

Tantangan selanjutnya berasal dari area Labirin, dimana pengunjung akan mencari jalan keluar dari sebuah hutan belukar untuk berjalan ke area selanjutnya. Perjalanan belum selesai karena pengunjung diajak untuk melihat replika candi Borobudur. Siapa yang menyangka bahwa Candi Borobudur dibangun oleh Wangsa Syailendra yang merupakan keturunan dari Raja Sriwijaya.Inilah yang membuktikan kekuatan Kerajaan Sriwijaya yang mampu memperluas kejayaan kerajaannya hingga di luar Pulau Sumatera. Di area ini, pengunjung juga dapat melihat replika kapal dan berbagai patung yang ada di Candi Borobudur. Area Trap Room menjadi area ke sembilan yang ditelusuri. Di area ini pengunjung memiliki tantangan untuk memecahkan petunjuk untuk dapat membuka pintu menuju area berikutnya. Bagi para pencinta puisi, area Syair Perahu akan membawa pengunjung untuk mengenang kembali puisi-puisi karya Hamzah Al Fansuri yang sarat akan nilai pendidikan, moral, agama dan sosial mengenai kehidupan.

 

Sebagai warga negara Indonesia sudah seharusnya mengenal cerita sejarah bangsa yang membanggakan. Tidak hanya mengajak pengunjung mengenal sejarah, di wahana The Legend of Sriwijaya Empire ini pengunjung juga diajak untuk menuliskan harapan dan mimpi untuk Indonesia yang lebih baik. Tulisan dari para pengunjung akan ditampilkan dalam sebuah layar besar. Menutup perjalanan sejarah ini, tersedia area trick art agar pengunjung dapat mengabadikan foto bersama. Untuk mengetahui setiap penjelasan mengenai artefak yang ada, pengunjung dapat melakukan scan QR code pada setiap artefak menggunakan handphone.