Meikarta CBD Topping Off Dua Tower Senilai Rp 1 Triliun
Friday, 27 October 2017
Meikarta CBD Topping Off Dua Tower Senilai Rp 1 Triliun

Jakarta - Kelompok usaha nasional Lippo akan melakukan penyelesaian konstruksi (topping off) untuk dua bangunan apartemen proyek Meikarta pada Minggu, 29 Oktober mendatang. Kedua tower ini disebut-sebut menghabiskan dana investasi mencapai Rp1 Triliun.

Direktur Utama Meikarta Ketut Budi Wijaya mengatakan, dua unit apartemen merupakan bagian dari 12 unit yang akan dibangun di dalam proyek Orange Country, bagian kecil dari proyek Meikarta.

"Sebetulnya iya dulu Orange Country nah sekarang jadi Meikarta atau disebutnya Central Business District (CBD) nya Meikarta," kata Ketut pada press conference di Kemang village, Kamis (26/10).

Saat ini Ketut mengklaim jumlah penjualan di area CBD Meikarta telah mencapai 90 persen untuk enam tower. Sementara itu, jumlah unit untuk satu tower berkisar 450 unit. Artinya, dua tower yang dilakukan topping off ini terdiri dari 900 unit.

Terkait harga apartemen, Ketut menyatakan rentangnya tidak sama dengan penawaran apartemen di luar kawasan CBD Meikarta. Bila harga satu unit di luar kawasan CBD Meikarta mulai dari Rp 127 juta, maka untuk 12 tower apartemen di CBD akan lebih mahal.

Adapun, penyerahan kunci apartemen kepada pembeli ditargetkan berlangsung pada Desember 2018. Namun, hal ini dilakukan secara bertahap.

Lebih lanjut Ketut memaparkan, pembangunan Meikarta sejauh ini masih dilakukan hanya oleh Grup Lippo, dan belum belum menggandeng pengembang atau kontraktor lain untuk membantu pembangunan tersebut. 

Grup Lippo menggunakan dana kas internal dalam menyelesaikan realisasi proyek tersebut. Namun, korporasi tetap membuka kemungkinan kerja sama dengan beberapa pihak, misalnya untuk mengoperasikan hotel dan rumah sakit.

Sementara itu Direktur Lippo karawaci Jopy rusli menambahkan, secara keseluruhan, nantinya akan ada 200 tower yang akan dibangun di Meikarta dengan total biaya yang akan digelontorkan sebesar Rp 278 Triliun.

Menurut Rusli, Proyek Meikarta merupakan investasi Lippo yang terbesar yang pernah dikerjakan selama 67 tahun sejarah berdirinya kelompok ini.

"Kalau bagi pengembang,secara overall meski terjadi penurunan daya beli untuk penjualan properti terus terjadi kenaikan didorong adanya supply and demand, jadi kami tidak khawatir!" tukas Rusli.