BUKAN DI STADION KRIDOSONO, DREAM THEATER BAKAL MANGGUNG DI CANDI PRAMBANAN
Wednesday, 13 September 2017
BUKAN DI STADION KRIDOSONO, DREAM THEATER BAKAL MANGGUNG DI CANDI PRAMBANAN

JAKARTA – Dream Theater batal menggelar konser mereka di Stadion Kridosono, Yogyakarta. Tapi jangan sedih dulu, karena konser tersebut akan berpindah tempat ke lokasi yang lebih bersejarah, yakni Candi Prambanan.

Seperti yang sudah diketahui, Dream Theater akan kembali ke Indonesia untuk memeriahkan ajang festival JogjaROCKarta: International Rock Music. Setelah sempat tak pasti, pihak JogjaROCKarta akhirnya mengumumkan jika venue konser akan bertempat di kompleks Candi Prambanan.

“Surat izin dari Dirjen Kebudayaan penggunaan Candi Prambanan sudah resmi keluar,” ungkap Bakkar Wibowo, project director JogjaROCKarta dalam rilisnya, Selasa (12/9/2017).

Terpilihnya Candi Prambanan sebagai tempat konser alih-alih Stadion Kridosono bukan tanpa alasan. Selain karena tempat yang luas, Candi Prambanan juga dipilih dalam rangka mempromosikan salah satu tempat wisata dan budaya Indonesia itu lewat festival JogjaROCKarta: International Rock Music.

“Demi promosi dan diplomasi budaya Indonesia di dunia internasional, maka venue yg semula dari Stadion Kridosono, kita pindah ke Candi Prambanan. Karena Candi Prambanan adalah heritage warisan dunia,” jelas Anas Syahrul Alimi,CEO Rajawali Indonesia Communication selaku promotor.

Menurut informasi, panggung Dream Theater dalam festival musik tersebut akan berada di lapangan Brahma, sementara band-band lain akan manggung di lapangan Wisnu. Dream Theater akan tampil selama dua, yakni 29 dan 30 September 2017.

JogjaROCKarta: International Rock Music tak ubahnya hajatan besar bagi pecinta musik rock di Tanah Air. Pasalnya, selain Dream Theater, festival ini juga akan dibanjiri band-band rock lain seperti Godbless, Power Metal, Death Vomit, Kelompok Penerbang Roket, Burgerkill, Deadsquad, Roxx, dan Something Wrong.

"Dengan paduan antara musisi rock terbaik di dunia dan Tanah Air. Festival Rock semacam ini semoga dapat mengobati dahaga para pencinta musik rock di daerah yang merindukan tontonan berkualitas dan bertaraf internasional," papar Anas di kesempatan sebelumnya.

Yogyakarta dengan sentuhan entik tentu menjadi pembeda. Panggung pun akan didesain sedemikian rupa untuk menampilkan seni dan budaya khas Yogya. "Panggung sengaja akan kami desain dengan sentuhan seniman dan perupa, kami ingin meninjolkan sisi seni yang memang Yogya dikenal sebagai kota seni rupa Indonesia," tukasnya.

(okezone/aln)