4 Profesi Aneh yang Muncul Gara-Gara Internet
Wednesday, 30 August 2017
4 Profesi Aneh yang Muncul Gara-Gara Internet

Kehadiran internet benar-benar mengubah dunia. Hal yang dahulu tidak bisa dilakukan, seperti berkomunikasi langsung dari satu belahan bumi ke belahan bumi lainnya, kini bisa dilakukan.

Bahkan, kehadiran internet juga memunculkan profesi-profesi unik yang sebelumnya tidak ada. Apa saja?

1. Penerjemah Emoji

Salah satu profesi unik yang hadir karena internet adalah penerjemah emoji alias emoji translator. Adalah Keith Broni, seorang pria yang merupakan penerjemah emoji pertama di dunia.

Menurut pria bergelar Master of Science (MSc) Business Psychology dari University College London ini, emoji kini menjadi sebuah perangkat komunikasi yang mampu menyalurkan ekspresi penggunanya.

Selain itu, emoji juga menjadi jembatan bagi komunikasi dua orang yang terkendala bahasa.

 

Ilustrasi: Emoji

Posisi ini didapatkannya dari sebuah lowongan yang diunggah beberapa bulan lalu melalui Today Translations. Broni pun terpilih di antara banyak kandidat lainnya yang melamar posisi ini.

 

 2. Bug Bounty Hunter

Keberadaan internet membuat segala hal bisa diakses secara online. Tidak heran, berbagai data dan informasi penting tersimpan di internet. Oleh karenanya, keamanan sebuah sistem adalah hal yang sangat penting.

Perusahaan pun melakukan berbagai upaya untuk membuat sistem maupun laman mereka tetap aman, termasuk membuat sebuah kompetisi bug bounty.

Dalam kompetisi ini, biasanya hacker dipersilakan menemukan celah keamanan dalam sebuah sistem lalu melaporkannya pada perusahaan.

Perusahaan pun biasanya memberikan imbalan berupa uang tunai dalam jumlah yang menggiurkan. Google misalnya, menawarkan Rp 2,6 miliar untuk penemu celah keamanan di Android.

Sementara, Kaspersky menawarkan RP 657 juta untuk penemu bug di programnya. Lalu, Apple menawarkan imbalan maksimal Rp 2,6 miliar bagi penemu celah di sistemnya.

 

Nilai yang ditawarkan Apple untuk penemu bug di sistem iOs dan MacOS (Sumber: Motherboard)

3. Penangkap Pokemon

Pecinta mobile gaming pasti mengenal gim Pokemon Go. Gim ini sempat mewabah di Indonesia beberapa waktu lalu.

Gim berbasis teknologi augmented reality (AR) membuat sebuah situs penyedia lowongan kerja di India, Babajob, membuka lowongan pekerjaan The Pokemon Catcher alias penangkap Pokemon.

Sesuai namanya, tugas penangkap Pokemon adalah menangkap monster Pokemon. Kandidat gim ini juga dituntut untuk memiliki pengetahuan yang luas mengenai dunia Pokemon Go.

 

Seorang trainer berhasil menangkap monster ke dalam Pokeball (Liputan6.com/Mochamad Khadafi)

4. Penyebar Hoax

Selain dampak positif, internet juga dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk mendapatkan keuntungan dengan cara negatif, termasuk memecah belah satu sama lain.

Baru-baru ini, kelompok penyebar hoax alias kabar bohong dan isu SARA bernama Saracen berhasil dibekuk oleh kepolisian.

Saracen diketahui mengelola lebih dari 800 ribu akun. Mereka juga mengelola akun Facebook Saracen Cyber Team dengan anggota 135.476 member serta akun Saracennews dengan 1.246 anggota.

Tidak tanggung-tanggung, Saracen juga mematok harga Rp 75-100 juta untuk satu proposal kebencian yang kontennya disebar lewat media sosial.

 

Source