Gaji Secret Service Keluarga Trump Terancam Nunggak
Wednesday, 23 August 2017
Gaji Secret Service Keluarga Trump Terancam Nunggak

Para agen rahasia Amerika Serikat yang ditugaskan Secret Service memiliki tanggung jawab dan risiko pekerjaan yang besar. Mereka harus mengorbankan diri menyerempet bahaya untuk melindungi presiden dan keluarganya di manapun berada. Sayangnya, di pemerintahan kali ini, gaji ratusan dari mereka terancam sulit dibayarkan.

Jumlah anggota keluarga Trump yang harus dilindungi sangat banyak.

untitled-57c2e99685b15690caa1bcb77c16e3cc.jpg

 

Direktur Secret Service, Randolph "Tex" Alles mengatakan ada lebih dari 1.000 agen yang gaji dan upah lemburnya sudah mencapai batas maksimal. Jumlah yang sudah dikeluarkan seharusnya diperuntukkan selama setahun, padahal saat ini masih bulan Agustus.

Alles mengaku persoalan ini disebabkan oleh banyaknya jumlah orang yang harus dilindungi. Belum lagi banyaknya kegiatan perjalanan yang dilakukan. Ia mencontohkan bahwa Secret Service sudah bekerja sangat keras sejak pemilu presiden tahun lalu.

Mereka tak beristirahat sama sekali hingga tujuh bulan usai pelantikan Donald Trump sebagai presiden. Secret Service wajib melindungi Trump dan 42 orang di bawahnya, termasuk 18 anggota keluarga intinya. Jumlah ini meningkat dari 31 orang ketika Obama masih menjabat.

Trump sendiri secara terus-menerus menghabiskan akhir pekan di sejumlah propertinya di Florida, New Jersey dan Virgia, lalu kembali lagi ke Washington di hari kerja. Begitu juga anak-anaknya yang tak berhenti melakukan perjalanan bisnis maupun berlibur baik di dalam maupun luar negeri.

Secret Service terus mencari cara untuk memenuhi hak para agen terbaik mereka.

keluarga-trump-75ba2267cdd5ad30f03cf46ffd670272.jpg

 

Meski demikian, Alles tak bisa menyangkal bahwa sudah menjadi tugas mereka untuk melindungi seluruh keluarga inti presiden. "Presiden memiliki keluarga yang besar, dan tanggung jawab kita diatur dalam hukum. Saya tak bisa mengubahnya. Saya tak punya fleksibilitas itu," kata Alles.

Ia pun meyakinkan bahwa pihaknya terus mencari cara agar pengorbanan para agen dihargai dengan sebaik-baiknya. Misalnya, ada wacana untuk meminta parlemen untuk menaikkan gaji dan upah lembur dari Rp 2,13 miliar per tahun menjadi Rp 2,49 miliar per tahun.

Namun, Alles tak mau menyalahkan Trump saja. Ia menegaskan bahwa masalah ini sudah terjadi selama bertahun-tahun. Hanya saja, pada pemerintahan Trump kondisinya semakin memburuk. Ia meyakinkan bahwa semua pihak yang bertanggungjawab akan mendapatkan jalan keluar.

Alles mengatakan,"Untuk menyelesaikan persoalan serius ini, agensi kami bekerja sama dengan Departemen Keamanan Dalam Negeri, pemerintah, dan Kongres selama beberapa bulan terakhir untuk menemukan solusi legislatif."

 

Source