Festival Musik SXSW Dihantui Perampokan dan Penembakan
Tuesday, 14 March 2017
Festival Musik SXSW Dihantui Perampokan dan Penembakan

Festival musik SXSW dihantui teror kriminal. Seorang musisi lokal tertembak usai festival yang baru dibuka Jumat (10/3) di Austin, Texas itu. Peristiwa penembakan terjadi menyusul perampokan yang juga menimpa musisi yang sama.

Diberitakan NME, perampok mengejar gitaris band Lowin, Michael Sanders sebagai target operasinya. Ia sudah diincar perampok saat pulang ke rumah dari pertunjukan A Giant Dog Jumat malam itu. Bukan hanya satu, ada tiga perampok bertopeng.

Menurut laporan The Austin Chronicle, mereka mendekati Sanders saat ia sudah di dekat rumahnya. Sebelumnya, mereka bersembunyi di bus. Mereka kemudian menembak pundak Sanders dan membawa lari dompet serta telepon selulernya.

Beruntung, Sanders masih bisa diselamatkan. Ia langsung dibawa ke rumah sakit terdekat dan kini sedang dalam masa pemulihan. Namun sebagai akibatnya, ia jadi tak bisa tampil bersama band-nya di SXSW pekan ini. Mereka seharusnya tiga kali pentas.

Tahun lalu, SXSW juga dihantui kriminalitas. Seseorang ditahan karena menembakkan senjatanya ke udara.

Tahun ini, sebelum insiden penembakan terhadap gitaris Lowin, sekelompok musisi asal Italia ditahan di bandara pekan lalu. Mereka bahkan dideportasi karena mencoba masuk ke Amerika Serikat, padahal seharusnya mereka memang tampil di SXSW.

Soviet Soviet, nama band itu. Mereka tertahan di Seattle dan langsung diterbangkan kembali ke Italia hari berikutnya. Padahal selain tampil di SXSW, mereka seharusnya juga punya press tour keliling Amerika.

Imigrasi memang menjadi persoalan bagi SXSW tahun ini. Festival itu dikritik lantaran ada klausa di kontrak yang menyebut bahwa: festival bisa melaporkan para penampil ke petugas imigrasi jika diminta. Penyelenggara berjanji menghapus klausa itu tahun depan.