JOEY ALEXANDER KEMBALI RAIH NOMINASI GRAMMY
Friday, 03 February 2017
JOEY ALEXANDER KEMBALI RAIH NOMINASI GRAMMY

NEW YORK – Tahun ini nama Joey Alexander kembali dinominasikan untuk menang dalam kategori solo jazz improvisasi terbaik dengan karyanya Countdown pada Grammy tahun ini yang bakal berlangsung tanggal 12 Februari nanti di Staples Center, Los Angeles.

“Aku bersyukur atas nominasi-nominasi Grammy tahun lalu, tapi lebih spesial lagi karena tampil dalam siaran langsung dan membantu membawa jazz ke panggung yang didominasi musik pop. Saya sangat bahagia berbagi musik saya, dan tidak hanya musik saya, tapi juga musik jazz yang mungkin orang-orang belum pernah dengar," ujar pianis berusia 13 tahun ini.

Joey telah tampil dalam sejumlah acara selain di Grammy, termasuk Jazz at Lincoln Center, Newport Jazz Festival dan Gedung Putih.

Countdown adalah lagu dari album kedua Joey yang dirilis tahun lalu. Pesaingnya di Grammy termasuk John Scofield, Brad Mehldau, Fred Hersch dan Ravi Coltrane, putra mendiang ikon jazz John Coltrane.

Joey mengatakan rekaman album terasa lebih nyaman pada kali kedua dan hal itu meningkatkan kemampuannya sebagai artis pertunjukan.

"Saya kira ini anugerah bagi saya untuk berada di studio.. Saya pikir ini membuat saya menjadi musisi yang lebih baik."

Seperti album pertamanya tahun 2015, "My Favorite Things", Countdown juga mencapai puncak tangga album jazz Billboard. Album baru ini menyertakan tiga komposisi asli Joey.

"Menjadi original tidak mudah dan perlu waktu bagi saya untuk menyusun musik. Saya betul-betul bersyukur orang-orang menikmatinya, orang-orang menikmati komposisi-komposisi saya dan bahkan ketika saya memainkannya di panggung, orang-orang menyukainya."

Joey, yang merupakan murid kelas 5 Sekolah Dasar dan mengambil kelas secara daring, mengatakan ia berlatih piano sekitar dua atau tiga jam setiap hari. Meskipun ia sangat dipengaruhi musisi-musisi besar seperti Thelonious Monk, Louis Armstrong dan Duke Ellington, ia merupakan penggemar aliran musik di luar jazz.

"Saya masih mencintai Michael Jackson. Saya cinta musiknya, jiwanya dan tentu saja, James Brown. Dan gospel yang saya dengarkan: Aretha Franklin, Mahalia Jackson,"

(okezone/ade)