RILIS ALBUM TANPA IZIN, AVENGED SEVENFOLD TUNTUT WARNER BROS RECORDS

Senin, 5 Des 2016 - 11:05 WIB

LOS ANGELES - Perilisan album kompilasi “Best of 2005 – 2013” oleh Warner Bros Records milik Avenged Sevenfold tanpa izin dari band asal California tersebut menuai kecaman berbagai pihak. Shadow dan para personel lainnya pun siap menindaklanjuti ke ranah hukum untuk menuntut mantan labelnya itu. 

Dilansir Blabbermouth dan TMZ, Jumat 2 Desember 2016, perilisan album tersebut membuat suasana antara Warner Bros Records dan Avenged Sevenfold kian tegang setelah sebelumnya mereka sempat berselisih pascaperilisan album The Stage yang dikeluarkan oleh pesaing mereka, Capitol Records. Padahal saat itu Shadow cs masih punya kontrak album. 

Atas kasus tersebut, Warner Bros Records sempat membawa masalah ini ke pengadilan dan menuntut band Avenged Sevenfold dengan tuduhan pelanggaran kontrak. Di sisi lain, perilisan album Best of 2005 - 2013ternyata tidak diizinkan oleh Avenged Sevenfold sendiri. 

Menurut kabar, Avenged Sevenfold tengah berusaha memaksa Warner Bros Records menarik album tersebut. Sebelumnya, vokalis Avenged Sevenfold M Shadow, sempat mengklaim bahwa bandnya tidak ada andil sama sekali dalam pembuatan album, baik itu pemilihan lagu, pemilihan artwork album, maupun pekerjaan-pekerjaan lainnya. 

Sampai berita ini diturunkan, belum ada kabar terbaru dari Warner Bros Records terkait perseteruan dengan mantan band asuhannya tersebut. Sementara itu, Album Best of 2005 - 2013 sudah resmi dirilis pada Jumat, 2 Desember 2016. 

Avenged Sevenfold menilai tindakan Warner Bros Records berupaya untuk merusak penjualan album The Stage. Dikutip TMZ, jika perseteruan terus berlangsung, bukan tidak mungkin akan ada langkah hukum yang diambil M Shadow cs kepada mantan labelnya tersebut.

(okz/FHM)