Apa yang Terjadi pada Tubuh saat Berpuasa?
Wednesday, 15 June 2016
Apa yang Terjadi pada Tubuh saat Berpuasa?

Berpuasa memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Tapi sebenarnya, apa yang terjadi pada tubuh kita saat berpuasa? Baca penjelasan lengkapnya di sini.

Selama berpuasa, terdapat proses fisiologis yang berubah di dalam tubuh. Tubuh yang biasanya menggunakan karbohidrat sebagai bahan utama pembuatan energi, kini menggunakan lemak dan keton sebagai gantinya.

Hal ini dimaksudkan agar protein tidak dipecah untuk diubah menjadi energi. Pemecahan protein untuk digunakan sebagai sumber energi akan merugikan bagi tubuh, yaitu mengecilnya massa otot, rontoknya rambut, dan lainnya

Selama puasa akan terjadi penurunan berat badan karena asupan energi yang lebih sedikit daripada pengeluaran energi. Penurunan berat badan pada awal-awal puasa akan berlangsung relatif cepat, yakni 0,9 kg per hari selama minggu pertama. Penurunan berat badan ini akan melambat menjadi 0,3 kg per hari pada minggu ketiga.

Meski demikian, Anda tetap dapat memiliki stamina yang tetap prima walaupun berpuasa. Kuncinya ada pada pemilihan menu makanan saat sahur dan berbuka.

Usahakan agar lima zat gizi selalu tersedia dalam hidangan sahur dan berbuka Anda, yakni karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Selama puasa, Anda juga masih tetap dapat makan tiga kali dalam sehari. Bagaimana caranya?

Menu Sahur

Jadikan sahur sebagai makan pagi Anda. Seperti yang telah dibahas di atas, Anda disarankan untuk memilih karbohidrat kompleks dibandingkan dengan makanan yang manis untuk menu sahur karena dicerna lebih lama, sehingga akan membuat Anda kenyang lebih lama.

Perbanyak juga porsi buah dan sayuran dalam menu sahur Anda, karena makanan yang kaya serat tersebut juga dapat membuat perut Anda kenyang lebih lama. Sebaliknya, hindari makanan yang pedas dan asam karena dapat mengiritasi lambung.

Contoh menu yang dapat Anda konsumsi saat sahur, antara lain nasi merah, ubi, kacang hijau, daging, pisang, apel, dan sayur-sayuran. Anda juga bisa memasukkan jus buah atau susu ke dalam menu sahur untuk menambah gizinya.

Setelah selesai menyantap sahur, Anda disarankan untuk tidak langsung tidur kembali, melainkan menunggu dua hingga tiga jam setelah makan. Hal ini dimaksudkan agar makanan yang Anda konsumsi dapat dicerna tubuh dengan baik.

Menu Berbuka

Berbuka puasa dapat diibaratkan sebagai camilan sore hari. Konsumsilah makanan dan minuman yang ringan terlebih dahulu agar lambung Anda tidak “kaget”. Untuk berbuka, Anda dapat mengonsumsi makanan dan minuman yang manis -- namun tidak berlebihan -- untuk mengembalikan kadar gula darah seperti roti, salad, yoghurt, kurma, donat, kolak, sup, dan jus buah.

Hindari pula makanan dan minuman yang terlalu dingin. Karena perut yang kosong akan lebih sensitif, Anda bisa terkena sakit maag jika mengonsumsi makanan dan minuman tersebut.

Makan Malam

Makan malam dapat Anda lakukan setelah salat tarawih. Berikut akan dibahas mengenai menu-menu makanan yang dapat Anda pilih untuk makan malam setelah berbuka puasa dengan takjil.

Untuk karbohidrat, Anda dapat mengonsumsi makanan dengan karbohidrat kompleks yang rendah gula, yaitu nasi, kentang, roti, bakmi, serealia, jagung, dan bihun. Karbohidrat kompleks akan memberikan rasa kenyang yang lebih lama, karena lebih lama dicerna dan menghasilkan energi secara bertahap.

Protein bisa Anda dapatkan dari sumber hewani, yakni daging sapi, daging ayam, ikan, kambing; maupun sumber nabati seperti tahu, tempe, dan telur.

Untuk lemak yang sehat, bisa Anda dapatkan dari salmon, tuna, sarden, alpukat, minyak kanola, dan minyak zaitun. Sementara itu, vitamin dan mineral bisa diperoleh dari berbagai buah dan sayuran.

Selain menu di atas, Anda juga dapat menambahkan susu jika suka. Jangan lupa juga untuk selalu minum air minimal selama 8 gelas dalam sehari. Anda juga disarankan untuk membatasi konsumsi kafein dari kopi dan teh.

Tidak dianjurkan untuk memilih makanan yang digoreng dengan minyak yang banyak, terlalu berlemak, dan terlalu manis. Sebaliknya, pilihlah makanan yang dikukus, direbus, ditumis, atau dipanggang.

Suplemen Sehat Saat Berpuasa

Selama berpuasa, konsumsi suplemen kesehatan juga dianjurkan. Suplemen berguna untuk membantu memelihara kesehatan dan meningkatkan stamina. Anda bisa mengonsumsinya satu kali sehari, misalnya pagi hari saat sahur.

Suplemen kesehatan berupa saripati ayam termasuk baik dikonsumsi selama berpuasa. Mengapa demikian?

Kandungan protein amino bio peptida di dalam saripati ayam dapat meningkatkan stamina sekaligus konsentrasi, sehingga Anda bisa bekerja dan beraktivitas dengan maksimal meskipun sedang berpuasa.

Berbagai penelitian telah dilakukan untuk membuktikan manfaat saripati ayam bagi kesehatan. Rata-rata penelitian tersebut mengikuti responden yang mengonsumsi saripati ayam setiap hari selama satu bulan penuh.

Dari penelitian tersebut, didapati bahwa konsumsi saripati ayam akan membuat Anda merasa lebih berenergi dan tidak mudah lelah. Suplemen saripati ayam ini juga aman dan baik untuk dikonsumsi oleh anak dan remaja, karena juga dapat meningkatkan konsentrasi dan fungsi kognitif meskipun sedang berpuasa.

Peningkatan konsentrasi dan fungsi kognitif ini disinyalir terjadi akibat peningkatan kadar oksihemoglobin pada otak bagian depan. Area otak tersebut diketahui berperan penting dalam fungsi kognitif dan konsentrasi.