Wanita dengan Diet Ketat Lebih Rentan Terserang Osteoporosis
Friday, 15 April 2016
Wanita dengan Diet Ketat Lebih Rentan Terserang Osteoporosis

WANITA pada umumnya sering melakukan berbagai jenis diet, salah satunya diet ketat, untuk mendapatkan berat badan yang ideal. Namun, tahukah Anda bahwa wanita dengan diet ketat lebih rentan terserang osteoporosis? Berikut ulasannya dari dr. Aldico Sapardan, Sp.OT.

Osteoporosis secara umum merupakan ancaman pasti bagi seluruh wanita. Apalagi, bagi wanita yang menjalani diet secara ketat dan tidak terarah.

Wanita yang menjalani diet ketat atau mengalami masalah dengan perilaku makan cenderung dapat mengalami osteoporosis dengan risiko yang lebih tinggi daripada wanita yang tidak memiliki masalah perilaku makan.

Hal ini berkaitan dengan jumlah dan jenis asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh. Dengan menjalani diet ketat yang tidak terarah atau mengalami masalah perilaku makan, seperti anoreksia, maka jumlah asupan makanan pun menjadi terbatas.

Selain itu, jumlah kalori yang memang dibatasi ketika melakukan diet juga berhubungan dengan jenis nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Pada saat melakukan diet, apalagi diet ketat, asupan yang mengandung protein dan kalsium yang penting untuk pertumbuhan tulang menjadi berkurang sehingga kebutuhan tubuh, terutama tulang, terhadap asupan protein dan kalsium menjadi tidak tercukupi.

Di samping itu, gangguan perilaku makan dan juga diet yang berlebihan tersebut dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang dapat berujung pada gangguan menstruasi. Terlebih lagi, gangguan hormon juga dapat membuat tulang menjadi lebih mudah keropos.

Oleh karena itu, diet tidak dapat dilakukan secara sembarangan, dan gangguan perilaku makan harus segera diatasi guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Ketika sedang berdiet, para wanita sangat perlu untuk memperhatikan pola asupan makanan agar dapat sesuai dengan yang disarankan untuk menjaga tulang tetap sehat. Pola asupan makanan yang perlu diperhatikan, antara lain:

• Konsumsi whole-grain food, seperti nasi merah dan kacang-kacangan untuk mineral, vitamin dan serat.

• Konsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran.

• Konsumsi ikan, yakni 2 porsi setiap minggunya sebagai asupan vitamin D.

• Kurangi makanan yang mengandung lemak dan gula. Kandungan 5 gram lemak atau lebih dalam 100 gram makanan, dan 10 gram gula atau lebih dalam 100 gram makanan dapat digolongkan sebagai kadar yang tinggi.

• Kurangi makanan yang mengandung garam. Kandungan garam 0,5 g dalam 100 gram makanan dapat digolongkan sebagai kadar yang tinggi.

• Usahakan untuk selalu makan di waktu sarapan.

Dengan memperhatikan asupan yang tepat, kesehatan tubuh dapat tetap terpelihara sehingga Anda dapat terhindar dari masalah-masalah kesehatan yang kelak akan menyusahkan diri Anda sendiri di masa depan.

(okezone/tty)