Rutin Makan Pir Tekanan Darah & Fungsi Jantung Meningkat

Kamis, 14 Apr 2016 - 10:21 WIB

SEBUAH penelitian telah menemukan, mengonsumsi buah pir sehari-hari dapat meningkatkan tekanan darah dan fungsi pembuluh darah pada orang berusia paruh baya dengan sindrom metabolik.

Sindrom metabolik adalah sekelompok faktor risiko kardiovaskular yang sangat terkait dengan perkembangan penyakit kronis, seperti penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Sementara itu, dalam penelitian ini, para peneliti menganalisis 50 peserta berusia 45 sampai 65 tahun memiliki 3 dari 5 gejala sindrom metabolik. Mereka secara acak mengonsumsi 2 pir segar 50 gram dengan campuran minuman (plasebo) per hari selama 12 minggu.

Percobaan secara acak ini mengevaluasi efek anti-hipertensi mengonsumsi pir segar pada peserta paruh baya dengan sindrom metabolik. Temuan menunjukkan bahwa setelah 12 minggu 36 peserta makan pir segar, tekanan darah sistolik dan denyut nadi mereka secara signifikan lebih rendah.

"Hasil awal yang sangat menjanjikan dan kami merasa penting mengeksplorasi potensi makanan fungsional seperti pir untuk meningkatkan faktor risiko kardiovaskular, seperti tekanan darah pada orang dewasa setengah baya yang terkena dampak," kata penulis penelitian, Sarah A Johnson dari Colorado State University di Amerika yang dikutip Zeenews, Rabu (13/4/2016).

"Disfungsi vaskular terkait usia telah terbukti dipercepat pada individu dengan sindrom metabolik dan memberikan kontribusi peningkatan tekanan darah," tambahnya.

Meski begitu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi efek anti-hipertensi pir segar, serta menilai dampaknya terhadap fungsi vaskular. Selain itu, para peneliti menyarankan, sebuah diet seimbang kaya buah-buahan dan sayuran, termasuk pir menyediakan mikronutrien bermanfaat, vitamin, serat, kalium, dan fitokimia. Selain itu, pir juga hanya mengandung 100 kalori per porsi dan satu buahnya memberikan 24 persen dari kebutuhan serat harian.

(okezone/hel)