Negeri Tanpa Telinga: Ketika Tukang Pijat Terseret Kasus Politik
Negeri Tanpa Telinga: Ketika Tukang Pijat Terseret Kasus Politik

Naga (Teuku Rifnu Wikana), adalah seorang tukang pijat, dan kepala keluarga. Ia memiliki dua orang anak yang manis, dan seorang istri yang baik hati. Seharusnya, profesi tukang pijat bukanlah hal yang sulit, tetapi berbeda bagi Naga.

Segala kalangan masyarakat telah ia pijat, bahkan menjadi langganannya. Politisi, jurnalis, dokter, pekerja swasta, dan masih banyak lagi. Ustad Etawa (Lukman Sardi), Ketua Partai Amal Syurga, Piton Wangsalaba (Ray Sahetapy) Ketua Partai Martobat, Chika Cemani (Jenny Zhang) pembawa berita TV9, dan Tikis Queenta (Kelly Tandiono) pelobi ulung para politisi, adalah para langganan pijat Naga.
 
Seringkali saat sedang memijat, masing-masing dari mereka menceritakan tentang perkara dan urusan mereka, yang tak lain hanya korupsi, memperoleh uang dengan cara cepat, wanita, tahta, dan hal duniawi lainnya. Naga hanya menjadi 'telinga'. Namun sayang, kepolosan Naga kemudian membawanya masuk ke dalam 'jurang'. Hal apakah itu? Seberapa parahkah Naga masuk ke dalam jurang? Mampukah Naga untuk bangkit?
 
Negeri Tanpa Telinga, persembahan Lola Amaria Productions akan menjadi salah satu film yang sangat 'menggigit', khususnya disaat-saat yang tengah ramai dengan situasi politik saat ini.
 
Gamblang namun samar. Negeri Tanpa Telinga mencoba mengungkap aktifitas-aktifitas gelap dan keseharian lain para politisi Indonesia. Dalam film ini, tak jauh di lingkaran seks, kekuasaan, uang, juga korupsi. Sama halnya dengan hal-hal yang diberitakan di media massa. Karena dari media massa pula lah cerita Negeri Tanpa Telinga berangkat.
 
Secara menyeluruh, Negeri Tanpa Telinga yang naskahnya ditulis oleh Lola dan Indra Tranggono, memang dipenuhi dengan dialek-dialek intelektual, menyindir, dan acap kali mengundang gelak tawa, mengingat film ini bergenre komedi satir atau parodi politik.
 
Anda tak perlu khawatir tak memahami film Negeri Tanpa Telinga, karena Lola juga sebagai sutradara sudah mengemasnya sedemikian indah dan pas untuk disaksikan serta dijadikan pelajaran bagi Anda. Dengan kata lain, kisah film ini sangatlah mudah di cerna meskipun menggambarkan latar belakang dunia politik.
 
Dari sisi pemain yang dilibatkan, film ini juga menggandeng bintang-bintang yang sudah tidak diragukan lagi kualitasnya seperti Ray Sahetapy, Teuku Rifnu Wikana, Gary Iskak, Lukman Sardi, Tanta Ginting, Jenny Zhang, dan Kelly Tandiono. Masing-masing dari mereka berperan penting dalam menyambung benang merah cerita Negeri Tanpa Telinga dari awal hingga akhir pemutarannya.
 
Hal apakah yang menyeret Naga di situasi rumit ini? Seberapa parahkah Naga masuk ke dalam jurang? Mampukah Naga untuk bangkit? temukan jawabannya dengan menonton film Negeri Tanpa Telinga yang akan dirilis serentak, tiga hari sebelum Hari Kemerdekaan Indonesia, tepatnya, 14 Agustus 2014.
 
(21cineplex.com)