Cahaya Dari Timur: Beta Maluku
Cahaya Dari Timur: Beta Maluku

Setelah menggarap film “Hari Untuk Amanda” pada tahun 2010, Sutradara Angga Dwimas Sasongko kembali hadirkan film terbarunya, yaitu “Cahaya Dari Timur: Beta Maluku”. Film ini bertujuan untuk mengangkat lebih banyak kisah inspiratif dari Indonesia Timur. Tidak tanggung-tanggung, Angga Dwimas Sasongko mengajak Glenn Fredly untuk bergabung menjadi produser.

“Awalnya ketemu Angga pas lagi bikin video klip saya. Saya ingin support dari belakang saja sebetulnya, karena saya ngga pengalaman bikin film. Setelah saya berfikir panjang, akhirnya saya mau menggarap film ini dan mau menjadi produser”, kata Glenn Fredly.

Cahaya Dari Timur: Beta Maluku, merupakan kisah perjuangan Sani Tawainella yang pulang kampung setelah gagal merintis karir sebagai pesepakbola profesional. Setelah kembali ke kampung halamannya, Sani menghidupi keluarganya dengan bekerja sebagai tukang ojek.

“Sani Tawainella adalah seorang tukang ojek di Tulehu, Ambon, yang menemani saya selama 10 hari disana. Dan dia banyak bercerita”, ujar Angga Dwimas Sasongko saat Press Conference di Djakarta Theater, Kamis (12/6).

Lebih lanjut Angga menceritakan, pada tahun 2010 dia bertemu dengan Glenn Fredly dan menceritakan konflik yang terjadi di Ambon. Sampai pada akhirnya Angga dan Glenn bekerjasama untuk membuat film “Cahaya Dari Timur: Beta Maluku”.

Film “Cahaya Dari Timur: Beta Maluku” diangkat dari kisah nyata yang menggambarkan kondisi di tanah Maluku yang sebenarnya, ketika terjadi konflik agama. Sani bertekad untuk menyelamatkan anak-anak di kampungnya melalui sepak bola. Di antara kesulitan hidup, dan pilihan antara keluarga dan sepak bola, Sani ditugaskan membawa tim nya mewakili Maluku di kejuaraan Nasional. Sani menyatukan anak-anak yang berbeda agama dalam satu tim. Sani dihadapkan dengan trauma kegagalan masa lalu dan kesempatan untuk membawa cerita baik bagi Maluku.

Walau bertemakan sepak bola, penggarapan film ini mengambil pendekatan sosial budaya dan mengangkat akurasi fakta sebagai elemen yang penting. Proses syuting pun dilakukan di lokasi asli cerita dan menggunakan bahasa lokal.

“Film ini bukan film yang kecil, tapi film ini adalah film yang besar. Butuh 4 tahun untuk membuat film ini”, kata Angga.

Film yang diproduksi Visinema Pictures ini akan tayang pada 19 Juni 2014. Sebelumnya Glenn Fredly telah merilis single yang menjadi soundtrack untuk “Cahaya Dari Timur: Beta Maluku”, yang berjudul “Tinggikan”. Terinspirasi dari Sani Tawainella yang selalu memekik semangat “Motivasi Tinggi” dan selalu dijawab oleh anak-anaknya dengan “Tinggikan”.

“Inspirasinya 4 tahun, tapi bikin lagunya Cuma 5 menit”, ujar Glenn.

“Saya Cuma hanya ingin menyampaikan cerita Sani. Cerita Sani ini bisa merubah hidup saya. Dan dari situ cara pandang saya berubah”, tutup Angga.

 

Jenis Film : Drama
Produser : Glenn Fredly, Angga Dwimas Sasongko
Sutradara : Angga Dwimas Sasongko

Penulis Naskah: Swastika Nohara & Irfan Ramly

Pemain: Chicco Jericho, Shafira Umm, Abdurrahman Arif, Jajang C. Noer, Aufa Assagaf, Bebeto Leutually

Produksi : Visinema Pictures