"Winter's Tale" Cerita Romantis dalam Pertarungan Abadi

Pencopet Peter Lake (Colin Farrell) jatuh cinta dengan gadis kaya namun sekarat, Beverly Penn. Seperti film romantis lainnya, kisah kasih mereka juga terhalang. 

Bukan lingkungan atau keluarga besar yang paling menentangnya, melainkan bos Peter, pemimpin gank penjahat, bernama Pearly Soames (Russell Crowe). Sebagai mentor, Pearly tak ingin Peter berkhianat dan meninggalkan pekerjaannya.

Apalagi, Pearly sudah menerawang, perempuan yang mempunyai ciri-ciri seperti Beverly, akan membawa keberuntungan dan melindungi Peter.

Dengan segala cara, Peter memperjuangkan hubungan asmara, membela diri dari tekanan Pearly, menyelamatkan Beverly yang sakit keras, sekaligus menemukan cinta sejatinya.

Sebaliknya, Pearly bertekad menghabisi Peter apa pun caranya, sampai kapan pun.

Cerita indah pasangan Peter-Beverly dihiasi elemen-elemen imajinatif, di antaranya: kuda terbang sebagai kendaraan sekaligus pembawa keberuntungan bagi Peter.

Selain itu, setting waktunya disajikan dalam kurun seratusan tahun (1895, 1916, 2014), tanpa ada perubahan fisik Peter dan Pearly yang seharusny menua.

Secara bertahap, dengan alur yang sempat maju-mundur, sutradara Akiva Goldsman berusaha menampilkan konflik sesungguhnya.

Bukan sekadar keajaiban cinta yang serba kebetulan, tetapi pertarungan abadi sejak pertama kali dunia dijadikan, yaitu: terang melawan kegelapan, kebaikan menghadapi kejahatan, malaikat versus setan.

Konsep tersebut diperkuat dengan tokoh Lucifer (Will Smith) yang digambarkan bermarkas di saluran bawah tanah. Belum lagi kekuasaan territorial yang ternyata dimiliki Pearly.

Berdurasi sekitar dua jam, penonton juga diajak untuk mengungkap siapa sesungguhnya Peter Lake dengan menelusuri lapis demi lapis ceritanya.

Adaptasi dari novel “Winter’s Tale” (1983) karya Mark Helprin ini, juga tak henti menyajikan kota New York sebagai latar.

Uniknya, meski berlangsung lintas waktu, The Big Apple tetap bisa menghadirkan pesonanya lewat berbagai tempat yang tetap eksis terjaga, selama lebih dari seabad.

Stasiun Grand Central Terminal, khususnya atap di lobi utama yang berhiaskan rasi bintang, menjadi salah satu lokasi penting selain taman Central Park, pemakaman Calvary Cemetery di area Queens, dan bangunan bersejarah lain.

Hasilnya, “Winter’s Tale” menjadi romansa bak dongeng, diperkaya efek visual magic, dikombinasikan dengan kemampuan sederet aktor-aktris, terutama adu akting Colin Farrell dan Russell Crowe.

Penonton juga bisa menikmati drama romantis dari awal sampai pertengahan, yang dituntaskan dalam fantasi dan supernatural.

Pemeran: Colin Farrell, Russell Crowe, Jennifer Connelly, dan Will Smith

Sutradara / Penulis Naskah / Produser: Akiva Goldsman (pemenang Oscar lewat “A Beautiful Mind”

Genre: Drama, Romantis, Fantasi

Estimasi biaya produksi: Sekira 60 juta dolar / Rp 710 miliar

Distributor: Warner Bros. Pictures

Tayang mulai 19 Februari 2014 di bioskop Indonesia