ROBOCOP TAMPIL LEBIH EMOSIONAL
ROBOCOP TAMPIL LEBIH EMOSIONAL

Pada tahun 2028, perusahaan robot OmniCorp mencoba menawarkan produknya untuk membantu kerja kepolisian. Meski teknologinya sudah dipakai pihak militer, namun masih illegal untuk penegakan hukum di Amerika Serikat.

OmniCorp ingin menawarkan solusi kontroversial dengan membuat RoboCop, perpaduan robot dan polisi. Kesempatan pun terbuka ketika polisi tangguh Alex Murphy jadi korban pengeboman dan terbaring kritis.

Padahal semasa hidupnya, suami dan ayah yang baik itu sedang menyelidiki tindak kriminal dan korupsi.

Lewat dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi, Alex Murphy pun mendapat hidup kedua sebagai RoboCop, yang memberantas kejahatan sekaligus membuka keuntungan finansial bagi OmniCorp.

Namun, inovasi korporasi ambisius itu harus dibayar dengan kenyataan. Sosok manusia masih mengendalikan mesin-mesin RoboCop. Karenanya, RoboCop tidak hanya hadir melawan kejahatan tetapi harus berhadapan dengan sisi humanis dan kemauan pribadi.

 

Tampil Emosional

RoboCop menjadi salah satu film yang dibuat ulang pada tahun ini, selain Godzilla dan Teenage Mutant Ninja Turtles.

Dengan karakter dan latar cerita mengikuti RoboCop (1987), tak heran kalau RoboCop (2014) kerap dibanding-bandingkan dengan film sebelumnya.

Salah satu perbedaan paling mencolok adalah sisi emosional Alex Murphy, yang sampai menitikkan air mata ketika mengetahui kenyataan hidupnya.

Kasus yang dihadapi RoboCop juga bukan gembong kriminal. Ceritanya justru menekankan konflik di balik kematian sekaligus kehidupan kembali Alex Murphy, lengkap dengan eksplorasi mendalam terkait keluarga kecil Murphy.

Kritik kapitalisme dan aparat korup juga menjejali, bahkan cenderung mendominasi dibanding aksi membasmi kejahatan, yang sebenarnya menjadi ciri tak terlupakan di RoboCop pendahulunya.

Rentang 27 tahun di antara film pertama dan terakhir, ditambah beragamnya adaptasi RoboCop, membuat film ini bisa bermakna berbeda bagi penonton berbagai usia.

Ada yang pernah menyaksikan RoboCop dari awal, ada yang hanya menonton versi televisi, ada juga yang belum pernah mengikuti sama sekali.

Karenanya, penonton yang pernah menyaksikan versi pertamanya, akan merasa RoboCop terbaru ini tampil lebih menyentuh hati, tidak sekadar aksi tembak-menembak ala penegak hukum masa depan.

 

 

 

Pemeran: Joel Kinnaman, Gary Oldman, Michael Keaton, Samuel L. Jackson

Sutradara: Jose Padilha

Genre: Action, Crime, Sci-Fi

Durasi: hampir 2 jam

Estimasi biaya produksi: Sekira 100 juta dolar / Rp 1.2 trilun

Distributor: Sony Pictures

Tayang mulai 12 Februari 2014 di bioskop Indonesia

 

 

 

(Marlene Karamoy)