Yasmine: Cinta, Persahabatan dan Kompetisi Silat
Yasmine: Cinta, Persahabatan dan Kompetisi Silat
Yasmine (Liyana Yus) adalah seorang remaja putri yang gaul dan enerjik. Bersama teman-temannya ia mendirikan sebuah klub Mini Cooper dan sepakat untuk masuk sekolah menengah utama yang sama. Namun sayangnya Yasmine tidak bisa bergabung bersama teman-temannya itu lantaran faktor biaya karena sang ayah, Fahri (Reza Rahadian) hanyalah seorang pegawai biasa.
 
Meskipun merasa kecewa, Yasmine masih bisa memaklumi keterbatasan sang ayah dan menjalani pendidikannya di sekolah yang sederhana. Pada suatu ketika rasa kecewa Yasmine bertambah pasca sahabatnya mulai menjauh dan pria pujaannya dekat dengan rival lamanya, Dewi (Mentari de Marelle).
Karena sang pujaan hati adalah seorang atlet Silat, Yasmine pun berniat untuk meluapkan amarahnya kepada Dewi melalui kompetisi Silat antar sekolah. Secara diam-diam, Yasmine giat mengikuti latihan Silat meskipun mendapat larangan keras dari ayahnya. 
 
Setelah The Raid (2012) sukses mempopulerkan film berlatar belakang Silat, kini film Yasmine mencoba melakukan hal serupa tentunya dengan kisah yang berbeda. Di film Yasmine, Anda tidak akan disuguhi tentang kisah pertarungan yang brutal antar kelompok mafia dengan aparat keamanan, melainkan sebuah turnamen Silat akbar yang sangat disiplin.
 
Seperti diketahui, film Yasmine adalah layar lebar produksi Brunei Darussalam yang bekerjasama dengan orang-orang berbakat dari Indonesia dan beberapa negara tetangga. Maka tak heran jika lokasi syutingnya di lakukan di Brunei dan dialognya menggunakan dialek khas negara tersebut. Meskipun demikian, karena bahasa Brunei tidak jauh berbeda dengan Indonesia, tentunya penonton masih bisa memahami kisahnya dengan mudah ditambah lagi ada terjemahan di film tersebut.
 
Seperti diketahui, Brunei Darussalam sudah sangat lama tidak memproduksi film. Terakhir, negara tetangga tersebut merilis film di tahun 1960. Dengan demikian, Yasmine menjadi layar lebar perdana disana setelah 'mati suri' lebih dari 50 tahun. Oleh sebab itulah film arahan sutradara Siti Kamaluddin ini menggandeng banyak orang-orang berbakat didalamnya salah satunya adalah sutradara laga Chan Man Ching, yang berpengalaman di film Rush Hour 1-3, dan Hellboy II: The Golden Army (2008).
 
Dengan kisah karya Salman Aristo, film Yasmine sangatlah ringan untuk dimengerti karena mengisahkan tentang gejolak kawula muda dalam proses pendewasaannya. Tidak hanya berkutat tentang cinta, film ini juga menggambarkan makna persahabatan sesungguhnya dan rasa pengertian yang seimbang antara orang tua serta anak.
 
Secara keseluruhan, film Yasmine benar-benar menyajikan kisah yang menarik dan menyentuh serta memperlihatkan kolaborasi yang apik antara Indonesia, Brunei, Malaysia, Hong Kong, Australia dan Polandia. Meskipun film ini bergenre drama, namun tak jarang tawa penonton akan terpancing lewat ulah Yasmine dan kawan-kawannya.
 
Mampukah Yasmine 'mencuri' hati pria pujaannya? bisakah ia mengalahkan Dewi di turnamen Silat antar sekolah? dan bagaimana reaksi ayah Yasmine ketika mengetahui putrinya mendalami Silat temukan jawabannya dengan menonton film Yasmine yang dijadwalkan tayang di Cinema 21 mulai 21 Agustus 2014.
 
(21cineplex.com)