Buffalo Boys: Fantasi Lokal Rasa Internasional
Buffalo Boys: Fantasi Lokal Rasa Internasional

Kehadiran film aksi di Indonesia kerap digabungkan dengan genre lain, seperti komedi dan drama. Namun, dari sekian banyaknya, jarang sineas yang bikin film aksi campur dengan fantasi. Apalagi, ditambah unsur kriminal. Kini, sineas asal Singapura, Mike Wiluan, pun mewujudkan film genre tersebut melalui film Buffalo Boys.

Sinopsis: Buffalo Boys menceritakan kisah dua pangeran Jawa. Setelah beberapa dekade di pengasingan di Wild West Amerika, keduanya pulang ke Jawa untuk membalas dendam atas pembunuhan ayah mereka, seorang Sultan lokal, yang dilakukan oleh pasukan Belanda. Mereka bertemu dengan sekelompok penduduk desa yang melawan penguasa asing dan berusaha untuk membawa keadilan ke wilayah tersebut.

 

Sejak promo teaser dan cuplikannya rilis, film ini udah menawarkan sesuatu yang enggak biasa dalam film Indonesia. Lo pun udah bisa menilainya melalui visual dan cerita yang ditawarkan. Hebatnya, Mike Wiluan dengan “gila” menampilkannya di sepanjang film Buffalo Boys.

Bukan cerita yang menyeramkan atau bikin kasihan pada Indonesia di zaman penjajahan, justru sebaliknya. Film ini menawarkan sense bahwa masih ada pahlawan dan perlawanan demi kemerdekaan. Tentunya, unsur kriminal dan intrik dalam film ini enggak terlewatkan.

film buffalo boys

Dok. Screenplay

Menariknya, intrik yang disajikan bukan murahan. Segalanya enggak nyeleweng jauh pada kenyataan sebenarnya di zaman itu. Mike dengan cerdas mengambil sudut netral, tapi masih dalam koridor sejarah. Sehingga, meski film ini hanyalah fantasi, tampilan yang tersaji justru benar-benar realistis.

Soal penokohan, Mike memilih dengan tepat. Semuanya menampilkan akting yang natural dan enggak maksa. Meski film zaman penjajahan, para pemain diarahkan untuk berakting apa adanya. Enggak harus formal ala kompeni dan sultan.

film buffalo boys

Dok. Screenplay

Dibintangi oleh Ario Bayu sebagai Jamar yang berkarakter kuat. Ario sekali lagi membuktikan bahwa dirinya bisa berakting keren meski harus keluar dari zona nyaman. Lalu, ada Pevita Pearce sebagai Kiona yang memiliki peran berbeda dibanding film-film sebelumnya. Lo bakal bisa menyimpulkan bahwa Pevita bisa jadi sosok superhero cewek Indonesia.

 

Ada Mikha Tambayong sebagai Sri yang bikin lo terpukau dengan kecantikan naturalnya. Happy Salma sebagai Seruni yang keren meski hanya memainkan ekspresi wajah. Yoshi Sudarso sebagai Suwo yang bikin cewek-cewek salfok saking memesonanya. Lalu, ada Hannah Al Rasyid sebagai Adri yang liar dan menakutkan. Ada juga aktor legenda, Tio Pakusadewo yang bikin film ini makin dramatis.

 

Para penonton cewek bisa dibilang dimanjain dengan aktor-aktor blasteran tampan. Selain Ario dan Yoshi, ada juga Zack Lee, Alex Abbad, Daniel Adnan, dan Donny Alamsyah. Walaupun mereka terlihat berantakan dalam film, pesonanya ketampanannya enggak luntur. Apalagi, Mike berhasil mengarahkan akting mereka dengan hampir sempurna.

Nah, soal visual, enggak dibohongi oleh Mike. Dari awal hingga film selesai, semuanya menampilkan visual yang memanjakan mata para penikmat film koboi. Nuansa jingga dan abu-abu yang indah bikin film Buffalo Boys ini terasa film Hollywood.

film buffalo boys

Dok. Screenplay

 

Cara shot adegan satu dengan yang lain juga digarap rapi. Mike tahu caranya membuat film Indonesia rasa Hollywood yang enggak maksa. Adegan baku hantam dan berdarah-darah pun terasa nyata. Sepanjang film, lo bakal dibikin merinding dan ngeri karena nyata sadisnya.

Enggak ketinggalan, efek suara yang suguhkan bisa bikin lo deg-degan. Suara ledakan, tembakan, teriakan, bakal terngiang di telinga sepanjang film Buffalo Boys. Meski sedikit lebih unggul visualnya, efek suaranya juga masih punya kualitas.

film buffalo boys

Dok. Screenplay

Enggak hanya visual yang punya standar Internasional, sebagian besar elemen dalam film Buffalo Boys juga rasa global. Seperti, tata rias dari Malaysia, pemeran pengganti dan desain kostum dari Thailand serta Hongkong. Mike bukannya enggak percaya dengan kru produksi asal Indonesia, bisa jadi maksudnya agar sineas Indonesia bisa belajar dari mereka.

Kisah dengan latar belakang penjajahan Belanda di Indonesia ini mengingatkan kita, terutama para Millenials dan Generation Z. Bahwa sejarah Indonesia penuh dengan tantangan dan ketidakadilan serta mengenai perlawanan rakyat terhadap penjajah. Alasan Mike menggabungkan dua kultur berbeda, Timur dan Barat, untuk memperkenalkan suatu dunia baru.

 

film buffalo boys

Mike Wiluan dan Ario Bayu. Dok. Screenplay

Secara keseluruhan, film ini enggak mengecewakan buat lo yang suka film koboi, film aksi, film kriminal, film sejarah, dan film yang berdarah-darah. Meski sadis, masih bisa diterima penonton Indonesia. Film Buffalo Boysmenceritakan kisah universal tentang cinta, kehormatan, kebencian, balas dendam, dan harapan.

Lo bisa ajak temen-temen atau gebetan lo buat nonton film ini. Namun, lo harus ingat bahwa film ini memiliki rating 17 tahun ke atas. Mengingat, banyak adegan sadis yang enggak boleh ditonton anak-anak karena khawatir bikin trauma. Film berdurasi 102 menit ini bakal ngasih pengalaman berbeda soal film fantasi sejarah Indonesia. Lo udah bisa nonton film ini mulai 19 Juli 2018.

 

(kincir)